Beberapa tahun lalu,sekitar tahun 2012 ada sebuah cerita dari warga di seputaran Danau Resinda Karawang yang geger dengan beberapa kali penampakan Wanita tanpa busana di seputaran Danau dan lalu menghilang.Memang dulu nya sering sekali banyak pemuda pemudi yang melakukan tindakan asusila di tenpat itu malam hari,lokasi yg gelap di kelilingi ilalangan dan jauh dari pemukiman menjadi dasar kenapa banyak yang berbuat mesum di lokasi itu.Konon,wanita tanpa busana itu arwah wanita yg di perkosa dan di bunuh di tempat itu (kata warga sekitar),selain itu sosok pocong dan kuntilanak pun sering terlihat pada malam hari,ada yg bilang penampakannya di pohon pohon pinggiran jalan,atau di rumah di sebelah danau.Ketika saya berkali kali lewat tempat itu malam hari pun,bulu kuduk selalu berdiri,entah tersugesti atau memang lokasi ini angker.Apalagi ketika melewati jalan setapak yg paling ujung,siapa pun yg lewat tempat itu apalagi yang sudah teepengaruh sugesti ke angkeran tempat itu pasti merinding.
Mitos tentang Jelangkung kuat dugaan berasal dari sebuah kepercayaan bangsa China terhadap adanya kekuatan roh Poyang dan Moyang (bandingkan dengan sebutan: Nenek Moyang) yaitu 'Cay Lan Kung' dan 'Cay Lan Tse'. Sementara Untuk persoalan kepercayaan serupa itu, di Jawa dikenal istilah Ni Towong. Hal ini bisa dipandang sama disebabkan oleh kisah mitos dan kepercayaan yang menyelimuti keduanya tidak ada perbedaan. 'Cay Lan Kung' atau yang kita kenal sekarang dengan nama Jelangkung, di tempat asalanya (China) adalah sebuah ritual memanggil roh Poyang dan Moyang yang dipercaya berperan sebagai pelindung anak-anak. Roh Poyang dan Moyang itu dipanggil agar masuk ke sebuah boneka kayu yang tangannya dapat digerakkan. Pada ujung tangan boneka tersebut diikatkan sebuah alat tulis. Boneka kayu itu juga dihiasi dengan pakaian manusia, dikalungi kunci dan dihadapkan ke sebuah papan tulis. Apabila pada saat si boneka tersebut menjadi berat, yang menurut mereka menjadi pertanda bahwa boneka itu telah dirasuki roh, dan bergerak mengangguk sebagai pertanda setuju setelah ditanyakan siap tidaknya untuk ditanyai, jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang diajukan akan dituliskan oleh si roh yang merasuki boneka tersebut pada papan tulis yang disediakan. Dengan latar belakang kepercayaan yang sama, di Jawa, ritual Ni Towoh adalah ritual pemanggilan roh serupa ritual Cay Lan Kung tadi. Sementara media yang digunakan untuk menampung roh yang dipanggilnya adalah lewat gayung-sibur penyauk air yang diiringi dengan nyalaan perapian. Sementara itu, kita mengenal bahwa pada jaman dulu gayung-sibur itu terbuat dari tempurung kelapa yang digagangi kayu. Dan itulah sebabnya kenapa pada perkembangan mitos Cay Lan Kung di Indonesia sekarang lebih dikenal dengan ritual pemanggilan roh lewat boneka berkepala tempurung kelapa yang didandani pakaian. Photo: boneka Jelangkung/Cay Lan Kung/Ni Towong Meskipun upacara jelangkung ini sudah dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia dari sebelum diangkat sebagai cerita film, namun kepercayaan yang ada di masyarakat dulu tidak begitu besar pengaruhnya bagi keimanan seseorang dibanding paska ritual itu dijadikan tema film. Oleh sebab itu ummat Islam patut hati-hati dan berusaha untuk kembali mengkoreksi keimanannya kembali agar tidak terjerumus pada keimanan yang menyalahi ajaran Islam. Dalam ajaran Islam, Ruh seseorang yang sudah meninggal tidak bisa bepergian keluar dari tempat yang disediakan (yakni alam barzah), apalagi sampai masuk pada tubuh manusia atau makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat al-Mu'minun ayat 99-100 : (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah Aku (ke dunia),

